Rabu, 22 Februari 2012

untitled 8 22.02.2012

"tersenyumlah, bahkan disaat orang lain menghinamu"
agak susah mungkin untuk tersenyum ikhlas disaat ada orang lain menghinamu..membicarakanmu dari belakang
tapi disisi lain, saya harus pelajari itu.
apa itu ingin terlihat sempurna?
tidak, bukan itu tujuan utama saya untuk mempelajarinya
saya hanya manusia biasa yang berkemauan belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang lampau
apa itu ingin terlihat sempurna?
tidak, saya hanya ingin menjadi pribadi yang lebih baik..memahami setiap alur proses kehidupan
apa itu ingin terlihat sempurna?
tidakkah kau pahami ini?
tapi apapun itu yang ada dibenakmu, biarkan itu berkembang biak.
saya ingin tau sampai sejauh mana pembelajaran saya bekerja

untitled 7 22.02.2012

I am surrender

disaat tangan ini terbuka untuk menyentuhmu, disaat itu pula kau menepis tanganku..

kau, manusia yang mampu berdiri sendiri dan membuka tanganmu untuk dirimu sendiri

hanya pikiranku yang lemah akan cintaku yang mampu untuk menahanku membencimu

mengingatmu, hal yang sudah biasa kulakukan..namun membencimu, ah, aku tak sanggup..biar waktu yang membawa rasa ini pergi jauh

kecupanmu dikeningku , membuatku melayang..

tapi itu dulu.untuk mengharapkanmu kembali, adalah hal yang sia sia.karena kau takkan pernah kembali

aku menyerah.

menyerah untuk menahanmu disini

untitled 6 22.02.2012

memperbaiki kesalahan bukan ingin nampak sempurna

belajar mencoba bukan naif

hanya berusaha berpikir lebih luas, berusaha tak menyudut pada satu pandangan pribadi bukan sesuatu yang sempurna

hidup pasti tidak akan lepas perihal salah dan benar

semua orang benar menurut cara pandangnya masing masing, bukan untuk bisa terlihat sempurna

saya adalah saya

kamu adalah kamu

kita adalah kita

kalian adalah kalian

pertahankan apa yang menurut saya pantas saya pertahankan dan pertahankan apa yang menurut kamu patut dipertahankan

gaada lagi yang perlu di bahas, karna aku, kamu, kita, mereka itu beda

cobalah selagi niat

perihal terwujud ataupun tidak tindakan kita, Tuhan sudah memberi peran

tergantung kita mengambil pelajaran atas tindakan kita. bisa dipelajari untuk hari esok atau tidak, kembali lagi, itu akan menjadi pilihan kita

salah benar, persepsi tiap manusia berbeda.menyatukan tiap persepsi, itu poin yang paling penting. karna tiap persepsi ada ego

jangan permasalahkan apa yang orang lain pikirkan, karena belum tentu itu benar menurut pandangan kita

sempit luasnya pandangan gabisa dinilai subyektif, karna belum tentu itu akan menjadi pandangan yang benar

saya tak akan terlihat sempurna,

saya, hanyalah manusia yang banyak sekali kesalahan yang berusaha belajar dari kesalahan

saya, hanyalah manusia yang selalu berpikiran negatif yang berusaha belajar berpikir positif dari pikiran negatif saya

saya, hanyalah manusia yang belajar menjadi abuabu dari putih dan hitam

itu hal yang mudah?

tidak, tidak mudah. karena proses memainkan perannya

ketika ujian datang, menerima soal ujian, tidak akan bisa kita selesaikan soal ujian saat soal ujian baru kita terima. kecuali kita tak mengisi satupun jawaban dari soal ujian.

saya gagal? itulah proses pembelajaran saya

inilah saya

kamu? ya itulah kamu.

kalian? ya itulah kalian

tidakkah seseorang berhenti membicarakan ini karna sudah nampak jelas berbeda??

tidakkah kalian mencintai sebuah perbedaan dengan tidak memojokan satu sama lainnya?

bumi akan terlihat bersinar dari senyuman penghuninya yang mencintai kedamaian dan perbedaan

-daripojokankamar-

untitled 5 22.02.2012

wahai diri, apa yg kamu pelajari?

keburukankah? atau kebaikan?

kalau memang kebaikan yg km pelajari, tentu outpunya akan baik jg

tidak ada prasangka jelek kpd orang lain

tidak ada perkataan yg dapat menyakiti orang lain

tidak ada niat jelek sama sekali kpd orang lain

karena KETIDAK TERIKATAN adalah KEBAHAGIAAN

dan KETIDAK PEDULIAN terhadap sesama adalah KESENGSARAAN

berpikir positif.

melapangkan sedikit ruang di dada untuk menerima energi positif.

hasil yang didapat adalah kebahagiaan karna damaipun tercipta

berpikir negatif

menyempitkan banyak ruang untuk energi positif

hasil yang didapat adalah pengkotakan sudut pandang

akhirnya, kebencianpun di toreh

-dari pojokan kamar-

untitled 4 22.02.2012

“taman tak akan indah apabila hanya ada satu jenis tanaman”

Tuhan menciptakan manusia untuk menerima perbedaan

apalah arti perbedaan kalo hanya mampu menimbulkan konflik, dendam

perbedaan akan indah apabila mau menerima setiap keputusan dari perbedaan

bukan saling menghujat dan membusungkan dada semakin kedepan

tidakkah indah hidup damai dalam lingkaran perbedaan?

waktu SD,

gue inget banget pelajaran pendidikan kewarganegaraan. salah satu babnya ngejelasin tentang toleransi..dulu dibukunya dijelasin toleransi antar sesama manusia. tapi kenapa sekarang itu cuman tinggal teks doang? yang tersisa satu lagi, huru hara dendam dimanamana.

mungkin bener istilah “bagai sayur asem tanpa asem dan air” ?kalo gaada konflik semua terasa hambar. tapi kenapa konflik dibiarkan terpaku disatu titik?tidakkah indah hidup damai dalam lingkaran perbedaan?


-dari pojokan kamar-

untitled 3 22.02.2012

ada genangan air hujan yang tidak terlalu lebar diaspal jalanan.. bekas hujan kemarin. airnya jernih,cuma ada pasir-pasir yang mengendap dibawah. hari ini matahari nampak cerah. awan-awan juga berjalan beriringan. cuma ada beberapa awan yang nampak gelap. tapi tak sebanyak awan yang cerah. burung-burung masih mengepakan sayapnya diangkasa. indah rasanya..

kembali ke genangan air, di genangan air itu, seperti ada cerminnya. refleksi awan-awan dan cahaya matahari nampak digenangan air. bayang bayang sekitar genanganpun terlihat. seperti ada bayangan transform dibawah genangan air itu.

pikiran langsung melayang melintasi batas waktu, 14 tahun yang lalu sekiranya. sewaktu umur 4tahun. waktu kecil pernah membayangkan berdiri di ketinggian, dan terjun tanpa sayap dan berhenti di gumpalan lembut awan. ya, membayangkan benar benar terjun ke transformasi cermin genangan air itu. tapi setelah melayangkan kaki kegenangan air, imajinasi langsung buyar. Konyol? mungkin. Gila? bisa jadi. tak ada gumpalan awan disana. tak ada terjun bebas dari tempat berpijak saat ini.

dan terkadang, apa yang kita “imajinasi”kan, tak mampu untuk kita wujudkannya.

-dari pojokan kamar-

untitled 2 22.02.2012

bukan karna ku mengalah lantas aku menyerah

bukan karna ku menang lantas aku berhenti berkarya

aku hanya menjalankan sandiwara diatas panggung yang Tuhan berikan untukku

ini sebuah rangkaian alur

gerbong yang tak tersambung

ini sebuah puzzle yang berserakan

yang harus di satukan

bukan karna aku jatuh lantas aku tak bisa bangkit

bukan karna aku terbang lantas aku tak bisa mendarat

air deras !!!

bawa aku ke air deras !!

sanggupkah aku berdiri tegap?

tidak, aku tetap hanyut

pijakan kakiku tak cukup kuat melawan derasnya air

Tuhan, hanya Kau satu-satunya yang mampu menegapkan pijakan kakiku disaat derasnya air menyapu

dengan lantang aku mendongakkan kepala,namun kusadar tak pantas aku mendongakkan kepalaku

dengan yakin aku membusungkan dada, namun ku sadar tak seharusnya kubusungkan

karena pada akhirnya akupun terseret arus
-dari pojokan kamar-

untitled 1 22.02.2012

:)

takkan bisa berubah

takkan pernah berubah

manusia di bumi tak ada yang jahat

namun, pola pikirlah yang membuat manusia bertindak jahat

manusia dibumi tak ada yang baik

namun, pola pikir yang membuat manusia bertindak baik

memakai topeng dengan sempurna

ya, siapa tau topengmu terbuat dari apa?

janganlah menganggap dirimulah yang sempurna,

karna belum tentu kaulah yang sempurna

jangan menganggap semua rendah dimatamu

karna belum tentu orang lain melihatnya begitu

janganlah menghina oranglain

karna kau tak tau bagaimana rasanya dihina
perbedaan,

satusatu jalan untuk konflik masuk kelingkaran perbedaan,

sampai dimana kita bisa nerima perbedaan?

sampai kita mampu toleransi terhadap kehadiran perbedaan

mundur bukan berarti “kalah”

menghindar bukan berarti “jahat”

karena disaat itulah terang dan gelap sulit untuk disatukan

keledai tak berkeluarga,

betapa sulitnya mencari kehidupan yang lebih baik diluar sana

yang dipunya keledai hanya semangat,

percaya, suatu hari nanti kehidupannya akan lebih baik lagi dan tak jatuh ditempat yang sama


-daripojokankamar-