Minggu, 26 Agustus 2012

untitled 12 26.08.2012

Bersisakan asap kenangan.
Melesak menjauh ke awan.
Hanya berbau, tak berwujud.
Tanpa membekas.
Menghilang.


Haruskah berlalu tanpa membekas disana?
Atau memang menghilang tanpa jejak?
Oh, butir-butir pasir yang diam tak bergeming,
Akankah mulut ini mampu untuk tak bersuara?
Setidaknya hati ini saja yang tak berbicara.
Ah,,
Tidak.... Tidak...
Dia terus meraung kesakitan.
Bagaimana bisa hati itu tak berbicara kepada sang Pemiliknya?
Hati itu sakit.
Tapi mulut ini masih tetap tak bergeming.
Diam.
Semoga 'asap' itu tetap menjaga mulut ini untuk tetap tak meninggalkan jejak atas sakitnya hati itu.
Menerbangkan rasa sakit itu bersama angin menuju ketiadaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar